Memang sulit melupakan seseorang yang pernah singgah dalam ruang hati kita, mengisi hari-hari kita, berada di dekat kita saat kita sedih, berada di samping kita saat kita senang. Satu detik tidak terdengar kabar darinya terasa berpuluh-puluh tahun. Apalagi ia adalah cinta pertama kita. Harapan dan impian untuk bisa terus bersama-sama dengannya pasti ada. Maka, ketika kerikil-kerikil menghadang di jalan dan kata perpisahan itupun terucap, entah saling menyadari diantara keduanya atau tidak, atau hanya luapan emosi saja, yang pasti kenangan-kenangan saat-saat bersamanya tak dapat dilupakan begitu saja. Ia orang yang pernah kita sayangi, ia orang yang pernah kita cintai. Walaupun saling menyadari diantara keduanya bahwa sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa, masih tetap saja tersisa rasa penyesalan. Ingin kembali ke pelukannya, bersamanya..........
Jika aku pernah memiliki cinta pertama, mungkin kata-kata yang terucap dalam hatiku juga sama seperti ini,
“Ya Tuhan...Sungguh aku sangat mencintai dia, tak pernah aku merasakan perasaan ini sebelumnya pada orang lain, dia adalah cinta pertamaku, Dia adalah jodohku jangan pisahkan aku dengannya Ya Tuhan?”
Namun di tengah-tengah jalan ketika sudah muncul kemelut api, duri-duri tajam menghantam, badai menerpa, perselisihan muncul tentang perbedaan, tentang ini itu, dan lain-lain. Hingga sama-sama meninggikan ego, tak ada yang mengalah dan akhirnya kata-kata “ p u t u s” itupun terucap menjadi akhir segalanya. Mungkin akupun juga berkata seperti ini,
“ Ya Tuhan...mengapa cinta kita hanya sampai disini? Apakah dia terlahir bukan untukku? Bukan jodohku?Mengapa sulit sekali untuk bisa mengulang kebahagian-kebahagiaan yang pernah kita alami? Dia orang yang aku cintai, orang yang aku sayangi, dia cinta pertamaku, Mengapa hubungan kita harus sudah sampai disini? Aku masih mencintainya Ya Tuhan.... aku sangat sulit melupakannya....”
Nah...Dear all my friends,
Mungkin kalian-kalian juga pernah merasakan perasaan yang sama seperti di atas. Tapi sampai kapan??? Sampai kapan kamu akan berlarut-larut dalam kisah masa lalumu? Sampai kapan kamu membiarkan larut dalam perasaanmu? Sampai kapan kamu menjadi orang yang bodoh? Masih saja memikirkan seseorang yang pernah menyakitimu? Apakah pintu hatimu sudah tertutup untuk orang lain di luar sana yang tanpa kamu sadari di sana ada seseorang yang sangat menyayangimu, mencintaimu, mengasihimu, lebih dari cinta orang pertama yang pernah kamu sayangi dan kini meninggalkanmu? Dia sangat mengharapkan bisa bersamamu merintis kebahagian denganmu, memadu kasih denganmu. Bisa selalu ada disampingmu mendinginkan hatimu, menyelimuti hatimu dengan cintanya yang lembut dan tulus. Dia yakin dia bisa membahagiakanmu, dia rela melakukan apa saja hanya untuk membuatmu tersenyum???
Ya..inilah yang kualami sahabat-sahabatku. Aku sangat mencintai seseorang, sudah lama dia menjadi kekasihku. Tetapi masih saja dia sulit untuk melupakan seseorang yang pernah ia cintai yang katanya cinta pertamanya. Entah begitu hebatkah mantannya, sehingga masih begitu membekas di hatinya. Sementara bagiku dia adalah cinta pertamaku.
Pernah suatu hari tanpa ku sengaja, saat kita menempuh perjalanan jauh, aku membaca ketikan pesan di handphonenya tertulis rapih di save ke dalam konsep. Pesan itu lantas membuatku seakan ingin membanting handphonnya, rasanya ingin turun di jalan saja entah nanti aku bisa pulang ke rumah atau tidak, tidak terfikirkan olehku waktu itu. Rasanya pingin marah... bete... kenapa diusia genap 1 tahun pacaran kita. Dia masih belum bisa melupakan mantannya. Lalu apa peranku selama ini? Perhatianku, perasaan cintaku? Akankah berbalas dengan belas kasihan? Bukan cinta kasih? Hujan gerimis mewarnai suasana sore itu, menambah haru hatiku yang nggak karuan, akhirnya air mataku tak tertahankan. Menangislah aku dibalik jacketnya, berdecak pelan-pelan tanpa suara agar tak mengganggu konsentrasinya mengendarai sepeda motor. Aku mencoba menarik nafas pelan-pelan setelah tahu isi pesannya. Aku mencoba menyadarkan diriku yang rapuh, dengan berkata “Tenang Mey...sabar, bisa jadi itu hanya sms iseng dan bukan ungkapan hatinya, sabar Mey... masalah tidak akan selesei dengan emosi/marah, kamu perempuan yang sabar, ingatlah janjimu kalau kamu akan selalu berusaha untuk menyelimuti hatinya dengan kesabaran, sebaiknya kamu tanyakan isi pesan itu setelah pulang ke rumah dan kondisi santai, gitu yach Mey sayang...”
Akhirnya berjam-jam di jalan sampai juga kita di rumahku yang sederhana. Aku ambilkan handuk untuk ia mandi, aku rendamkan bajunya yang kotor sehabis kehujanan tadi. Aku siapkan ia minuman yang hangat, makan malam, dan akhirnya suasana tenangpun muncul, mulailah saatnya yang pas untuk aku bercerita menanyakan isi pesan yang tadi nggak sengaja ku baca. Dan ternyata memang benar ia masih mengingat mantannya. Lalu, coba tebak tean-teman apa yang aku katakan ke dia?
“Abi...aku mencintaimu, aku tidak akan menghalangi perasaanmu untuk mengingatnya, mengenangnya atau bahkan apalah..., aku hanya ingin kamu sadar dihadapanmu ada seseorang yang sangat mencintaimu, aku tidak ingin hubungan kita terbangun dari perasaan belas kasihanmu padaku. Dengan keterbatasanku aku tidak bisa merubah wajahku menjadi mirip dengannya, atau merubah kebiasaan-kebiasaanku menjadi seperti kebiasaannya agar kamu juga bisa memberikan hatimu sepenuhnya untukku. Aku tidak bisa abi... aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia. Sampai ada permasalahan inipun aku tidak bisa marah padamu. Jika ini terjadi pada orang lain mungkin akan marah sebegitu hebohnya dengan pasangannya karena merasa tersakiti. Akupun merasa tersakiti Abi...tetapi aku tidak ingin ada pertengkaran diantara kita, entah menurut orang lain aku orang yang bodoh atau apalah... tetapi aku mencintaimu. Aku yakin dengan kesabaranku aku bisa meluluhkan hatimu, memberikan sepenuhnya cintamu untukku.”................................
Dan...taukah teman-teman? Tidak mudah menjadi orang yang penyabar..... tetapi harus dimulai dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh... waktupun terus berputar aku yakin seiring berjalannya waktu dia pasti bisa membuka mata hatinya. Siapa orang yang betul-betul mencintainya. Hingga akhirnya dia tetap menjatuhkan pilihan hatinya padaku untuk menjadi pendamping hidupnya. Alhamdulillah.....pertemuan orang tuanya dan orang tuaku terlaksana juga. Dan aku sangat senang memakai cincin pemberiannya.
Wahai temanku... Banyak orang yang lebih tampan lebih cantik atau mungkin lebih segalanya dari kita, tetapi untuk menemukan orang yang cocok dengan kita tidaklah mudah. Gimana dengan kalian gays? punya pengalaman yang sama denganku? Semoga kisahku bisa menjadi inspirasimu yach...........!!! Sukses untuk temukan cinta sejatimu!!!
0 komentar:
Posting Komentar